Novel TranslationsAscending, Do Not DisturbAscending, Do Not Disturb Translation - Chapter 19

Ascending, Do Not Disturb Translation – Chapter 19 [INDONESIA]

- Advertisement -

Yue Xia Die Ying author Ascending, Do Not Disturb

Bab 19: Meminjam Buku

Begitu keluar dari wilayah kekuasaan sekte Yunhua, Zhou Xing yang sejak tadi diam seribu bahasa berkata dengan suara bergetar: “Xiongzhang (50), di sekte Yunhua semua orangnya munafik, mereka benar-benar….benar-benar…..”

50. 兄长 Xiōngzhǎng adalah panggilan untuk saudara laki-laki/abang.

Ia teringat bagaimana ia dikurung di dalam penjara sunyi senyap tanpa cahaya selama beberapa hari, tidak ada yang berbicara dengannya dan dia pun tidak bisa melihat apa-apa. Sekalinya ada sinar yang dinyalakan oleh penjaga penjara, yang dia lihat adalah orang lain yang sedang dihukum, jeritan yang satu lebih menyeramkan dari jeritan yang sebelumnya, membuat seluruh tubuhnya gemetar.

Ini masih belum apa-apa, penjaga yang memberikan hukumannya itu lalu berkata: “Leluhur Yuan Ying yang dihukum ini, masih tersisa siksaannya ditebas 5000 (51) kali.”

51. Di Bab 16, aku salah menulis terjemahan untuk orang ini ditebas 1000 kali, padahal dia dihukum tebas 10000 kali. Sowi yaa (*╯-╰)ノ

“Ia menggunakan anak-anak untuk membuat pil untuk meningkatkan ilmu kultivasi, Leluhur apaan?”, penjaga pemberi hukuman yang satunya mendengus, “Orang seperti ini, mati juga masih terlalu baik untuknya.”

Dan entah apakah hanya perasaannya saja, tetapi Zhou Xing merasa saat kedua orang itu berbicara, entah sengaja atau tidak mereka melirik beberapa kali ke arahnya. Dia begitu takut hingga tidak berani marah-marah ataupun membuat keributan, bahkan bernapaspun ia pelan-pelan.

Di luar sana, orang beranggapan sekte Yunhua sikapnya santai dan lembut hati, tidak agresif dan damai; itu semua omong kosong belaka. Metode penyiksaan seperti itu dari sisi mana santai dan lembut? Sekarang setiap dia menutup mata, di kepalanya langsung terbayang gambaran daging terkelupas dari tubuh kultivator level Yuan Ying itu.

“Diam!” Zhou Cang berkata dengan geram, “Sekte Yunhua sudi mengampuni nyawamu, adalah karena aku mempertaruhkan reputasiku yang kuraih selama ratusan tahun dan memohon kepada mereka. Kamu pikir disini tempat macam apa, sama seperti sekte-sekte kecil tingkat rendahan? Di sini adalah sekte Yunhua, sekte besar yang telah berdiri selama bertahun-tahun. Jangan dikira karena di luar orang sering membuat lelucon tentang hal-hal kecil mengenai sekte Yunhua, maka sekte Yunhua bisa gampang diganggu. Kalau sekte Yunhua sebegitu tidak berdayanya, apakah dia bisa tetap kokoh berdiri sekian lamanya di Dunia Lingyou?!”

Zhou Xing tidak sudi, tadinya ia ingin mengatakan masalah bagaimana sekte Yunhua menyiksa orang, namun ia mendengar Zhou Cang berkata, “Habis ini setelah kita sampai, kamu bermeditasi dan berlatihlah dengan baik. Tanpa seizinku, kamu tidak bisa pergi kemanapun. Kalau kamu membuat masalah seperti ini lagi, aku tidak bisa lagi melindungimu.”

“Kamu adalah Kepala Sekte Yu Xiao, mana mungkin……..”

“Aku bukan Kepala Sekte lagi.” Zhou Cang berkata tanpa ekspresi di wajahnya, “Mana mungkin sekte Liuguang memperbolehkan seorang kultivator yang tidak bisa menertibkan anggota keluarganya sendiri untuk menjadi Kepala Sekte.”

Meskipun Zhou bersaudara telah pergi, namun Ketua Puncak Song He masih tetap tinggal di sekte Yunhua. Sebagai seorang kultivator, terkadang ingin berkumpul untuk berdiskusi, untuk berbagi ilmu, melengkapi kekurangan diri sendiri.

Sekte Yunhua memiliki energi spiritual yang berlimpah, suasana lingkungan yang tenang, dan beraneka ragam makanan…….

Song He berdiri di atas puncak gunung, dan melihat awan dan kabut yang bergulung-gulung, kemudian ia menghela napas panjang. Tempat dimana sekte Yunhua berada ini, benar-benar membuat orang yang datang untuk enggan pergi. Pantas saja, banyak kultivator dari luar yang datang ke kota Yong Cheng untuk mencari hiburan, dan berbagai sekte besar lain juga ingin mendirikan toko di kota Yong Cheng, orang-orang di sini benar-benar mengerti bagaimana menikmati hidup.

Kalau dia bukanlah seorang kultivator ilmu pedang yang berhati teguh dan gigih, lalu setiap harinya ia memakan berbagai makanan lezat dari sekte Yunhua, jangan-jangan ia juga akan memiliki persepsi keliru bahwa hidup memang harus nyaman seperti ini. Beberapa kali dia menghela napas prihatin, kemudian ia mendengar suara dari arah tengah pegunungan, sepertinya adalah murid sekte Yunhua yang sedang berlatih.

Shixiong, ternyata meramal juga masih harus bersusah-susah menghapal hal-hal ini, aku pikir asalkan aku berlatih maka otomatis aku langsung mengerti.”

“Siapa yang mengajarimu begitu; asalkan berlatih, pasti bisa melakukan apapun?”

“………….”

“Mmn?”

“Aku tidak baca buku sembarangan kok.” Kong Hou menggeleng-gelengkan kepalanya, “Aku hanya iseng bertanya saja, hanya iseng…….”

“Energi Ying Yang dari langit dan bumi, perhitungan tanggal (52), konstelasi perbintangan serta gunung dan sungai (52), semua ini adalah masalah perhitungan aritmatika.” Cheng Yi tidak terus berargumen dengannya, “Semakin simpel kehidupan seseorang, semakin mudah menghitung ramalannya, semakin kompleks seseorang atau suatu benda maka akan semakin mudah ia terpengaruh oleh hal-hal ini. Meskipun sekte Yunhua kami tidak unggul dalam masalah perhitungan ramalan, namun jangan sampai kita tidak punya pengetahuan apa-apa. Sekarang kamu sudah di level Zhu Ji, setelah kamu mempelajari hal perhitungan ramalan, kamu bisa pergi ke Aula Pusaka untuk memilih senjata ajaib yang berjodoh denganmu, atau memilih benda yang cocok untukmu, sehingga kamu bisa membuat senjata ajaibmu sendiri. ”

52. 天干地支,星象山川 Tiāngān dìzhī, xīngxiàng shānchuān arti harafiahnya adalah Batang Surgawi dan Cabang Bumi, Bintang, Gunung dan Sungai. Kira-kira maksudnya adalah ilmu pertanggalan Cina (misal: 甲[jia3], 乙[yi3], 丙[bing3] dan 子[zi3], 丑[chou3], 寅[yin2], 卯[mao3] . Sementara 星象 adalah untuk ilmu perbintangan untuk navigasi dan astrologi, dan 山川 adalah ilmu lanskap permukaan bumi.

“Di sini lahannya kosong terbuka dengan energi spiritual yang memadai, lebih mudah untuk kamu meresapi ilmunya saat baru memulai ilmu perhitungan ramalan jika belajar di sini.” Cheng Yi melihat ke arah langit, “Beberapa hari ini cuaca sedang tidak baik, tunggu sampai cuaca membaik, aku akan mengajarimu ilmu perbintangan.”

Song He tidak mengganggu kakak adik seperguruan itu, dan tentu saja ia juga tidak akan pergi untuk melihat metode pengajaran mereka. Meskipun sekarang antar sekte banyak yang mendiskusikan dan mengeksplorasi metode internal berlatih ilmu kultivasi masing-masing, namun masih ada batasan yang harus dihormati. Tetapi siapa yang bilang kalau semua murid sekte Yunhua itu pemalas, dari apa yang dia lihat masih ada yang rajin kok, tidak separah yang digosipkan orang luar.

Tidak lama kemudian, saat Song He berbalik badan, bersiap untuk pergi, ia mendengar suara laki-laki yang lain.

Shixiong, shimei belajarnya lama sekali, ayuk makan dulu dan istirahat, jangan terlalu khawatir dalam masalah belajar, santai saja. Anak kecil itu sedang dalam masa pertumbuhan, kalau ia terlalu banyak memakai pikirannya, nanti akan tumbuh dewasa menjadi orang yang jelek.”

Langkah Song He terhenti, sepertinya ia tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Sungguh tidak masuk akal, baru belajar sebentar, sudah harus istirahat? Bagi murid-murid di sekte Liuguang, hal pertama yang harus mereka lakukan begitu bangun adalah berlatih mengayun pedang sebanyak tiga ratus kali, barulah bisa memenuhi syarat minimum untuk bisa dibilang bukan pemalas, sementara ini baru belajar sebentar, lantas sudah capek?

“Perkataan shidi benar juga, Kong Hou kamu istirahat dulu 15 menit.”

Song He tidak mampu mendengarkan mereka lagi, ia khawatir kalau ia terus mendengarkan, ia akan mulai memaki-maki si murid ini. Untunglah dia adalah seorang Leluhur yang memiliki ilmu kultivasi dan rasa toleransi yang tinggi, dia paham dia tidak bisa memarahi murid sekte lain, sehingga ia hanya bisa menarik napas panjang.

Murid yang merupakan bibit berbakat dengan 5 dasar spiritual, akan dididik menjadi seperti apa oleh sekte Yunhua?

Dengan kemampuan Song He untuk menyembunyikan ilmu kultivasi dan energi spiritualnya,ketiga adik kakak seperguruan itu sama sekali tidak sadar bahwa ada seseorang yang mengawasi di atas mereka. Ketiga murid itu makan, minum dan berlatih penuh suka cita, dan dengan sekejap melewati hari yang penuh kegembiraan.

Setelah kembali ke gua kediamannya, Kong Hou mengeluarkan buku catatan kecilnya kemudian menuliskan beberapa kalimat dengan rapih menggunakan kuas untuk menulis.

Dunia Lingyou, Tahun Ke 5, Hari ke 19 di Bulan Ke 3, aku pergi belajar dengan para shixiong, hari inipun menyenangkan.

Beberapa hari kemudian, Kong Hou akhirnya berhasil menghapal transformasi hexagram untuk meramal, lalu ia memberikan shixiong kedua sebuah ramalan, dan mengatakan bahwa dalam waktu dekat ia akan kehilangan sedikit hartanya. Beberapa hari kemudian, shixiong kedua dengan riang mengatakan kepadanya bahwa dia telah kehilangan kantong uangnya yang kecil, di dalamnya terdapat 5 batu spiritual .

Para shixiong dan shijie mendengar kabar Kong Hou sudah bisa meramal, maka satu per satu mereka berdatangan untuk menyelamatinya, ibarat Kong Hou telah melakukan hal yang hebat.

Song He berdiri dan melihat melalui pintu Aula Utama ke arah lapangan tempat berlatih ilmu bela diri di mana para murid langsung sedang berkerumun dan tertawa riang. Ia menoleh dan melihat ke wajah Heng Yan yang tampak seperti tidak memiliki perubahan suasan hati, sepertinya ia telah terbiasa dengan hal ini.

Merasakan tatapan mata Song He, Heng Yan berkata sembari tersenyum simpul: “Murid-murid sekte yang tidak tahu adat sedang bersemangat, membuat Song He xiong menyaksikan kekonyolan.”

“Tidak, tidak, murid-muridmu……lincah dan pintar, bagus, bagus.” Dalam hati Song He merasa sedikit terkejut, murid-murid sekte Yunhua ternyata memiliki rasa persaudaraan yang sedemikian baiknya kah?

Sekte Liuguang meskipun dengan peraturannya yang ketat, hubungan di antara sesama para murid langsung pun bisa mengalami konflik hanya karena masalah kemampuan. Namun berdasarkan apa yang dilihat di sekte Yunhua saat ini, bakat kemampuan para murid langsung yang lain juga bagus-bagus, masing-masing adalah murid unggulan di sekte ini; sekarang tiba-tiba datang seorang shimei dengan bakat kemampuan 5 dasar spiritual yang dalam waktu singkat 4 tahun saja menembus level Zhu Ji, apakah yang lain tidak ada yang memiliki pemikiran macam-macam terhadapnya?

“Hari ini aku datang menghadap Kepala Sekte adalah untuk berpamit pulang.” Song He menyatukan tangannya untuk memberikan hormat kepada Heng Yan, “Permasalahan kali ini, adalah karena sekte Liuguang tidak mampu mengatur dengan baik, untungnya Kepala Sekte bermurah hati dan tidak membiarkan masalah ini merusak hubungan baik kedua sekte kami yang telah terbina selama bertahun-tahun.”

“Song He xiong terlalu berlebihan.” Heng Yan melanjutkan, “Bagaimana mungkin kami menyalahkan sekte anda yang terhormat karena permasalahan ini, hal ini sudah berlalu, tidak usah diungkit lagi. Tetapi mengapa Song He xiongtergesa-gesa, apakah kami kurang baik dalam melayani tamu? Bagaimana kalau tinggal di sekte kami lebih lama lagi beberapa hari, aku bisa meladenimu dengan lebih baik.”

“Sektemu yang terhormat telah melayaniku dengan sangat ramah, hanya saja sekte ku memiliki banyak urusan. Beberapa hari ini aku tinggal adalah dengan mencuri-curi waktu di tengah kesibukan.” Song He menggeleng-gelengkan kepala, sejenak ia ragu-ragu, namun pada akhirnya ia tidak mengatakan apa-apa tentang masalah kondisi emosi Zhong Xi yang sedang tidak stabil dan justru membahas masalah yang lain.

Heng Yan tahu ia telah memutuskan untuk pulang, maka ia tidak banyak bertanya, dan hanya mempersilahkan dia untuk makan siang kemudian mengantarnya ke pintu Aula Utama.

“Kepala Sekte Heng Yan mengantar sampai di sini saja, hamba pamit dahulu.”

“Berhati-hatilah di jalan.” Heng Yan membalas salam hormatnya, kemudian ia melihat Song He menapak ke atas pedang ajaib nya dan pergi terbang.

Di atas pedang terbangnya, Song He melesat dengan kecepatan tinggi, di depan ia melihat ada seseorang yang terbang ke arahnya, maka ia menghindar ke samping. Sebagai seorang Leluhur yang sudah tua dan mampu menyembunyikan ilmu kultivasi level Chu Qiao nya, dia tidak terlalu suka mencari keributan dengan seorang kultivator muda di udara.

“Salam kepada Tetua.” Tak diduga si kultivator muda ini terbang ke hadapannya lalu memberikan hormat.

Bukankah ini adalah murid Wang Tong yang memiliki bakat kemampuan 5 dasar spiritual, yang pagi ini berada di lapangan berlatih ilmu bela diri? Mengapa dia keluar di saat sedang jam makan siang?

“Kong Hou shizhi tidak perlu sungkan.” Song He melihat setengah buku bacaan menyembul keluar dari balik lengan baju Kong Hou, di atasnya sepertinya tertulis judul ‘Kisah Berkultivasi Menjadi Dewa’.

Menyadari arah tatapan mata Song He, Kong Hou menunduk dan mendorong masuk buku bacaan itu ke dalam lengan bajunya.

Song He: “……………..”

Kong Hou: “…………..”

Kalau dia tahu akan begini, sejak awal ia akan memasukkan buku bacaan itu ke dalam tasnya, kali ini dia telah mempermalukan dirinya sendiri bahkan di hadapan sekte lain.

“Dalam perjalanan berkultivasi, jangan sampai keranjingan benda asing.” Pada akhirnya Song He tidak rela melihat bibit unggul yang begitu berbakat berubah menjadi pemalas dan berubah sesat, maka ia memutuskan untuk berperan sebagai orang jahat dan menambahkan, “Bolehkah buku ini aku pinjam dari shizhi untuk kubaca?”

Kong Hou memasukkan tangannya ke dalam lengan bajunya dan merogoh-rogoh, sembari menahan rasa enggan yang kuat dalam hatinya, kemudian ia persembahkan buku itu dengan kedua tangannya kepada Song He, “Terimakasih atas didikan Ketua Puncak, silahkan.”

“Terimakasih banyak shizhi telah memberikanku buku ini, sampai jumpa lagi.”

“Ketua Puncak, berhati-hatilah di jalan.” Melihat Song He terbang pergi seperti seberkas sinar, Kong Hou menghela napas lega, lalu dengan gembira mengelus-elus lengan bajunya, untunglah masih ada sebuah buku yang tersembuyi di dalam, tidak terlihat oleh Ketua Puncak.

Sesampainya Song He di sekte Liuguang, ia melompat turun dari pedang terbangnya lalu mendengar seseorang bertanya: “Shishu, benda apa yang ada di tanganmu?”

Barulah Song He teringat barusan tadi ia mengambil sebuah buku dari seorang gadis kecil, kemudian ia menoleh dan melihat shizhi yang berwajah pucat lalu menjawab, “Ini dipinjamkan oleh seorang rekan muda dari sana.”

Orang yang bertanya menundukkan pandangannya ke arah tangannya, bulu matanya yang panjang bergetar: “Begitu rupanya.”

 

The Dewi
The Dewi
"I am so clever that sometimes I don't understand a single word I'm saying"

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

error: Content is protected !!