Novel TranslationsAscending, Do Not DisturbAscending, Do Not Disturb Translation - Chapter 5

Ascending, Do Not Disturb Translation – Chapter 5 [INDONESIA]

- Advertisement -

Yue Xia Die Ying author Ascending, Do Not Disturb

Bab 5: Kantong Brokat

Meskipun sudah bertahun-tahun ia tidak berada di Dunia Kultivasi, Wang Tong merasa keberuntungannya dalam menangkap angpao masih sama saja jeleknya.

“Kupon diskon 20% untuk azimat tertentu.”

“Kupon harga diskon untuk jubah ajaib.”

Wang Tong membuka kantong-kantong brokat (23), lalu melihat kupon-kupon dengan segel sekte Yu Xiao (TN: Sekte Langit) dan duka dalam hatinya menyembul keluar. Mendapatkan kupon diskon adalah sangat bagus, tetapi ia tidak sanggup membeli benda-benda dari sekte Yu Xiao.

23. Kira- kira seperti ini bentuknya.

Belum lagi sebuah jubah ajaib, harganya di atas ratusan ribu batu spiritual. Jangankan diskon 20%, meskipun diskon 90% pun, hatinya tetap terasa seperti ditancap pisau. Lalu ia melihat ke arah dua orang muridnya, yang satu mendapatkan kupon tukar uang senilai 50 batu spiritual, dan yang satunya mendapatkan kupon tukar uang senilai 80 batu spiritual. Ini lebih nyata manfaatnya ketimbang kupon diskon. Sayangnya sekte licik seperti sekte Yu Xiao, tidak mungkin membagikan kupon tukar uang banyak-banyak.

Wang Tong memasukkan kupon-kupon itu kembali ke dalam kantong, kemudian berusaha keras untuk tidak menunjukkan rasa irinya. Dalam berkultivasi, memiliki kekuatan itu sangat penting. Namun, meskipun keberuntungan merupakan suatu hal yang sangat misterius, tetapi semua orang menginginkan memiliki keberuntungan yang bagus.

Kala itu, saat ia mendapatkan dua orang muridnya ini, dia merasa tidak senang karena bakat kemampuan mereka biasa saja. Tetapi siapa menyangka ternyata kedua anak ini memiliki keberuntungan yang luar biasa bagusnya. Kecepatan mereka dalam berlatih ilmu kultivasi tidak kalah dengan para murid jenius kebanggaan sekte. Sehingga orang-orang di dalam sekte mereka semua mengatakan bahwa semua keberuntungan dalam hidup Wang Tong sudah habis dia gunakan untuk mendapatkan dua orang murid yang memiliki keberuntungan yang bagus.

Untungnya kedua orang muridnya ini berbakti, seringkali ketika keuangannya sedang ketat, mereka ringan tangan untuk membantunya menyelesaikan masalah. Memikirkan hal ini, hati Wang Tong menjadi senang kembali.Toh milik muridnya adalah milik dia juga. Meskipun dagingnya hancur, masih di dalam panci juga (24).

24. 肉炖烂在锅里 Ròu dùn làn zài guō lǐ idiom Cina yang artinya kita bisa untung ataupun rugi, tapi bagaimanapun keuntungannya tidak dibagikan dengan orang luar.

“Guru.” Terdengar suara lembut seorang anak kecil, seorang gadis kecil dengan rambut terurai membawa segundukan kantong brokat, wajahnya bulat seperti bakpao, “Aku hampir tidak sanggup lagi untuk membawa semuanya.”

“Masukkan ke dalam sini.” Tan Feng mengeluarkan sebuah tas dari kain untuk tempat Kong Hou menampung kantong-kantong brokatnya. Kemudian ia menggandeng tangannya dan berkata: “Keberuntungan shimei kecil sangat bagus, nanti kita buka setelah sampai di penginapan.”

“Mmn.” Kong Hou mengangguk, dia merasa sangat penasaran terhadap kantong-kantong ini, “Kantong-kantong ini bisa ditukar dengan uang yang sangat banyak ya?”

Tan Feng ingin mengatakan, ini sebenarnya adalah strategi pemasaran sekte Yu Xiao untuk menjual azimat, pil mujarab dan produk lain milik mereka. Tetapi berhadapan dengan pandangan mata  shimei kecil yang penuh harap, ia mengabaikan hati nuraninya dan mengangguk: “Mmn. Bisa. Shimei kecil memiliki keberuntungan yang sangat bagus, kami semua tidak ada bisa mendapatkan angpao sebanyak ini.”

Ini anak kecil loh, orang dewasa mesti banyak-banyak memberikan pujian.

Mendengar ucapan Tan Feng, Kong Hou merasa sangat gembira. Baru saja ia tiba di Dunia Kultivasi, dia sudah bisa mendapatkan sangat banyak kantong angpao yang bermanfaat, lalu ia berkata kepada Wang Tong dan yang lain: “Meskipun kalian tidak mendapatkan kantong yang banyak, tetapi jangan sedih, kalau aku mendapatkan barang yang bagus, aku akan membaginya dengan kalian.”

Wang Tong memegang cangkir dan dengan diam meminum tehnya. Dasar sekte Yu Xiao tukang pencatut yang curang, mereka akan menyebabkan murid kecilnya sia-sia telah merasa senang.

“Benarkah?” Tan Feng meladeninya dengan memperlihatkan ekspresi senang di wajahnya, “Kalau begitu, bagus sekali.”

“Mmn.” Kong Hou menganggukkan kepalanya, “Aku selalu menepati perkataanku.” Dia bukan lagi seorang anak kecil berusia 2 atau 3 tahun, kalau sudah berkata berbagi ya berbagi, ia sama sekali tidak akan mangkir.

Setelah membuat janji dengan khidmat, Kong Hou mulai membuka kantong angpao. Saat ia sedang membukanya, ia mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah Tan Feng: “Shixiong kedua, aku yang buka dan kamu yang lihat ya?”

“Baiklah.” Tan Feng sangat senang menemani shimei kecil bermain membuka kantong angpao.

“Kupon tukar uang 10 batu spiritual.”

“Kupon tukar uang 20 batu spiritual.”

Wang Tong menaikkan pandangan matanya dan melihat kepada murid keduanya, tampaknya selama bertahun-tahun ini ia tidak berada di Dunia Kultivasi, muridnya ini telah mengumpulkan uang tabungan pribadi yang tidak sedikit.  Sehingga mampu mengeluarkan batu spiritual sebanyak itu demi menghibur seorang anak kecil.

“Kupon tukar uang untuk se, seratus batu spiritual.” Tan Feng mengambil cangkir teh di atas meja untuk membasahi tenggorokannya.

Kali ini bahkan Cheng Yi pun melirik ke arah Tan Feng, shimei kecil masih memiliki banyak kantong angpao yang belum dibuka. Apakah demi membuat shimei kecil tersenyum, shidi (25) berencana untuk bangkrut?

25. 师弟 Shīdì adik seperguruan.

“Kupon tukar jubah ajaib.”

Wang Tong tidak tahan untuk menarik-narik lengan baju murid keduanya, dan berkata lewat ilmu transmisi suara: “Murid kedua, jubah ajaib dari sekte Yu Xiao sangat mahal harganya, Kong Hou masih anak-anak, dan masih dalam tahap pertumbuhan. Memakai pakaian sebagus ini sekarang, apakah tidak terlalu mewah?”

“Guru……” Tan Feng mendorong berbagai kupon tukar ke depan Wang Tong dengan tatapan sangat misterius, “Shimei kecil, benar-benar mendapatkannya.”

Melihat berlembar-lembar kupon tukar uang, Tan Feng menatap Wang Tong curiga: “Guru, apakah karena tahu keberuntungan shimei kecil bagus, maka Guru menculiknya dari Dunia Fana?”

“Sembarangan, apakah Guru orang macam itu?” Wang Tong mengusap-usap kupon tukar uang di atas meja sembari tersenyum.

Tan Feng: …………………..

Guru memang terlihat seperti orang macam itu.

Setelah selesai membuka semua kantong angpao, Wang Tong bersama dua muridnya membantu Kong Hou menghitung hasilnya. Kira-kira mereka bisa menukar semua kupon tukar uang dengan total senilai hampir 500 batu spiritual, masih ada juga selembar kupon tukar jubah ajaib yang bernilai paling murah seharga 500 batu spiritual. Ini benar-benar seperti mendapatkan durian runtuh.

Hati Wang Tong merasa lebih suram lagi, tidak disangka murid kecil belum sampai 4 jam datang di Dunia Kultivasi, sudah memiliki uang lebih banyak dari dia. Sebagai guru, martabat apa lagi yang masih dia miliki?

“Oh ya.” Kong Hou menyentuh lengan bajunya lalu ia mengeluarkan kantong angpao berwarna emas, “Tadi aku juga mendapatkan ini, untuk apa ya?”

Sembari menatap kantong angpao berwarna emas ini, Wang Tong akhirnya tak mampu lagi mengendalikan rasa cemburunya.

Kantong angpao berwarna emas. Setiap malam tahun baru, sekte Yu Xia hanya membagikan satu kantong angpao berwarna emas, tahun ini ternyata kantong ini didapatkan oleh muridnya?

Setelah hening cukup lama, Wang Tong menggebrak meja dan langsung berdiri.

“Guru?” Kong Hou yang sedang membagikan kupon tukar uang kepada kedua shixiong nya, merasa sangat terkejut dengan aksi Wang Tong.  Mata bulatnya menatap ke arah Wang Tong.

“Besok saat kita kembali pulang, Guru akan pergi ke Aula Lima Elemen untuk mendaftar, dan mengatur upacara pelantikan murid untukmu.” Seru Wang Tong, “Semakin cepat, semakin baik.”

Kong Hou menganggukkan kepalanya berkali-kali: “Bagus, bagus.”

Setelah ia mengatakan ini, Kong Hou mendorong kupon tukar uang ke depan Wang Tong: “Guru, ini untukmu.”

150 batu spiritual.

Wang Tong menatap kupon tukar uang itu, lalu melihat ke arah gadis kecil lugu yang sedang tersenyum, lalu ia pun tersenyum sembari mengusap kepalanya: “Kamu simpanlah, mana mungkin seorang gadis kecil tidak memiliki uang jajan.”

Kong Hou kebingungan: “Tetapi aku sudah mengatakan akan membaginya dengan Guru.”

“Anak ini, kamu memberikannya kepada Guru dan Guru sudah menerimanya. Ini….” Wang Tong berusaha keras melepaskan pandangan matanya dari kupon tukar uang tersebut, “Anggaplah ini sebagai maksud baik Guru. Tidak boleh menolak pemberian dari yang lebih tua, paham?”

Kong Hou memikirkan dan mencoba memahami hubungan sebab akibat ‘kamu memberikannya kepadaku, lalu aku memberikannya kepadamu’ ini: “Terimakasih Guru, Guru sangat baik.”

Wang Tong mengusap kepala Kong Hou dengan perasaan tak berdaya, anak ini sungguh konyol. Seandainya ia adalah seorang kultivator yang berniat jahat, bisa jadi anak ini akan rusak seumur hidupnya.

Ai, ke depannya dia akan memiliki banyak kekhawatiran (akan anak ini).

Di tengah malam, sembari berbaring di tempat tidur asing yang berukirkan bunga, Kong Hou merasa sedikit susah tidur. Ia mengambil kantong angpao emas di bawah bantalnya, di dalamnya terdapat sebuah batu giok seukuran ibu jari. Ketika digenggam di dalam tangannya, ia merasa sangat nyaman, seluruh tubuhnya terasa ringan, serasa sedang berbaring di atas bulu-bulu. Guru mengatakan ini adalah batu yang membantu orang dalam mengaktifkan meridian mereka. Jika dikenakan pada tubuh, maka akan bermanfaat dalam berlatih ilmu kultivasi.

Berlatih ilmu kultivasi itu apa ya?

Apakah seperti pemeran utama dalam buku-buku cerita kultivasi, yaitu duduk bersila mengapresiasi aura dan elemen alam? Memikirkan hal ini, ia kemudian bangun dari tempat tidur, lalu duduk bersila sebentar, tapi ia tidak merasakan elemen alam, hanya merasakan dingin, dan kakinya kesemutan.

Dengan perasaan frustrasi ia berbaring kembali di atas tempat tidur. Kong Hou mulai merasa khawatir, bagaimana kalau dia tidak memiliki bakat kemampuan dalam berkultivasi, apakah Guru dan para shixiong akan membawa dia kembali ke istana?

Tetapi…….

Dia mengelus-elus batu yang membuatnya merasa sangat nyaman itu. Dia lebih ingin tinggal di Dunia Kultivasi yang tidak dia pahami ini, dia tidak ingin kembali ke istana yang megah itu.

Di sana tidak ada seorangpun yang menyukainya, dan tidak ada siapapun yang mempedulikannya.

Setelah cukup lama dia merasa resah gelisah di tempat tidur, baru akhirnya Kong Hou tertidur lelap. Dia kemudian bermimpi, bermimpi kaisar Jinghong memimpin tentaranya menyerbu masuk ke dalam istana. Seorang diri, ia berlari dalam sebuah lorong yang sangat panjang. Ia berlari sangat lama, tetapi tetap tidak menemukan jalan keluar.

Di belakangnya terdengar suara pertempuran, dan dia tetap berlari tanpa henti, berlari tanpa henti, akhirnya ia melihat sebuah pintu. Ia kemudian membuka pintu itu, di balik pintu itu terdapat awan putih, burung-burung yang terbang dan bernyanyi, dan juga kebebasan tanpa akhir.

“Shimei kecil.”

Kong Hou membuka matanya, tersentak menatap kelambu.

“Shimei kecil, shixiong masuk ya.”

Tak lama kemudian, Tan Feng masuk ke dalam sembari membawa seperangkat pakaian. Ketika ia melihat Kong Hou masih terbaring di atas tempat tidur, ia tersenyum sembari berkata: “Masih malas bangun ya, aku telah meminta seorang bibi untuk menyisirkan rambutmu. Kamu bisa pakai baju sendiri?”

“Shixiong kedua.” Kong Hou mengedipkan matanya sembari mengangguk, “Aku bisa pakai baju sendiri.”

“Kalau begitu aku keluar dulu, kamu tidak perlu terburu-buru.” Tan Feng meletakkan pakaian tadi, lalu melangkah keluar dari kamar dan menutup pintunya. Kemudian ia berkata kepada Cheng Yi yang menunggu di luar: “Si gadis kecil sudah bangun. Kamu tahu darimana dia tidak bisa menyisir rambutnya sendiri?”

“Dia adalah seorang putri kerajaan yang membantu Guru melewati Ujian Hatinya.” Cheng Yi membawa Tan Feng ke kamarnya, “Meskipun hidupnya di istana kemungkinan tidak terlalu baik, tetapi dalam hal seperti menyisir rambut, mereka pasti tidak membiarkan dia sendiri yang mengerjakannya dan dia pun tidak akan bisa melakukannya.” Kalau ia bisa mengikat rambutnya sendiri, kemarin malam ia tidak akan membiarkan rambutnya terurai berantakan semalaman.

“Nanti setelah kita kembali pulang ke sekte bagaimana?” Tan Feng menggeleng-gelengkan kepalanya, “Aku tidak bisa menata rambut seorang gadis kecil.”

Cheng Yi menatap Tan Feng cukup lama, wajahnya terlihat tidak senang: “Aku juga tidak bisa.”

Kedua saudara seperguruan itu saling memandang dengan tatapan kecewa, mereka sama sekali tidak terpikirkan, persoalan pertama dalam merawat shimei kecil adalah menata rambutnya.

Kong Hou bangun dari tempat tidurnya dan mengganti bajunya dengan pakaian yang dibawakan oleh shixiong kedua. Pakaian ini memiliki kerah berbulu, setelah Kong Hou mengenakannya, ia terlihat seperti anak rubah yang baru bertransformasi. Bahkan jika ada seseorang yang tidak menyukai anak kecil melihatnya, ia juga akan merasa Kong Hou imut.

Setelah bibi yang akan menyisirkan rambut melihat Kong Hou, dia terus menerus memujinya, kemudian di atas cepol rambutnya, ia ikatkan dua bola kecil yang berbulu. Sekarang Kong Hou terlihat semakin mirip dengan siluman rubah kecil.

Wang Tong dan dua muridnya melihat Kong Hou yang telah berganti pakaian. Ketiga pria dewasa itu akhirnya paham, mengapa di sekte mereka, ada orang-orang yang gemar memamerkan anak-anak atau murid-murid kecil mereka.

“Di luar turun salju.” Cheng Yi melangkah ke depan Kong Hou, “Shixiong akan gandeng tanganmu.”

Kong Hou menaruh tangan kecilnya yang lembut ke dalam genggaman tangan Cheng Yi, wajah Cheng Yi menampilkan senyuman penuh kepuasan: “Ayuk jalan, shixiong ajak kamu berbelanja.”

Wang Tong:………………………..

Wahai muridku, sejam yang lalu Guru ingin membeli beberapa set pakaian lagi, tetapi kamu bilang kamu tidak membawa batu spiritual yang cukup.

Dasar murid yang tidak berbakti!

Membelikan barang untuk makhluk kecil yang lucu, merupakan naluri alamiah yang tidak dapat dikendalikan banyak orang dewasa. Cheng Yi membelikan shimei kecil beberapa set pakaian musim dingin yang berbulu. Kemudian ia keluarkan pedang terbangnya dan berkata kepada Wang Tong yang telah ia lupakan cukup lama: “Guru, kita kembali pulang ke sekte?”

Wang Tong menggoyangkan pakaian yang baru ia kenakan, ia menjaga ekspresi wajahnya agar tetap kaku untuk mempertahankan sikap seorang ahli: “Mmn.”

Dia ingin semua orang di sektenya tahu, bahwa ia telah kembali dengan megah dan penuh kejayaan. Selain itu, ia telah menerobos melewati level Yuan Ying, dan kini telah menjadi kekuatan besar di level Chu Qiao.

The Dewi
The Dewi
"I am so clever that sometimes I don't understand a single word I'm saying"

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

error: Content is protected !!