Novel TranslationsAscending, Do Not DisturbAscending, Do Not Disturb Translation - Chapter 15

Ascending, Do Not Disturb Translation – Chapter 15 [INDONESIA]

- Advertisement -

Yue Xia Die Ying author Ascending, Do Not Disturb

Bab 15: Sekte Yu Xiao

“Siapa yang memasuki kota Yong Cheng, harus mematuhi peraturannya, mohon anda sebagai Leluhur memahami.” Sebagai shijie dengan pangkat tertinggi di antara kelompok murid langsung ini, Ling Hui berkata dengan wajah tegas, “Meskipun datang sebagai seorang tamu, namun tamu harus mengikuti tata krama tuan rumah, mohon Leluhur bisa bersikap lebih ramah sedikit.”

Tidak peduli sebagaimana malasnya mereka secara pribadi, tetapi sebagai murid sekte Yunhua, mereka sama sekali tidak bisa mentolerir perilaku penindasan terhadap orang yang lebih lemah.

“Ramah?” Terdengar suara seorang pria dari dalam kursi pelangkin lembut, nada bicaranya kasar dan mengandung keangkuhan, “Saya harus bersikap lebih ramah kepadamu? Kamu hanyalah seorang gadis berlevel Zhu Ji di tingkat 10, menjadi selirkupun hampir tidak masuk kualifikasi.”

Perkataan ini benar-benar menghina, mirip seperti yang dikatakan berandalan kampung di pinggir jalan, seolah-olah mengatakan bagaimana biasanya hubungan dia dan perempuan, seperti merendahkan.

Meskipun murid-murid sekte Yunhua berkepribadian tenang dan damai, raut wajah mereka suram saat mendengar perkataan ini.

“Saya pernah melihat orang yang tidak tahu malu, tapi baru kali ini saya melihat yang begitu tidak tahu malunya seperti ini.” Begitu Kong Hou mendengar perkataan si Leluhur level Yuan Ying ini, ia langsung balas mengejek, “Makhluk seperti kamu, mau menjadi kekasih shijie kami, dengan badan lemah dan otak dungu mu? Biasanya kalau sedang berkaca, pasti tidak terlihat mukanya ya?”

“Kenapa begitu?” seorang warga yang pemberani meneriakan pertanyaannya.

“Mukanya kebesaran, tidak muat dalam cermin.” Kong Hou masih berusia 14 tahun, saat ia berbicara masih terdengar lembut belum dewasa, meskipun ia sedang mengejek, namun tidak terdengar pedas dan sengit.

Terdengar suara orang tertawa di sekeliling mereka. Warga-warga yang menonton semua bersembunyi di sudut jalan, maka para pengawal yang bertubuh kuat itu pun tidak tahu siapa sebenarnya yang sedang tertawa.

Beberapa murid yang lain tidak menduga bahwa Kong Hou juga memiliki sisi seperti ini, mereka semua tidak ada yang bereaksi. Shimei kecil yang biasanya tertawa, tampak manis dan menggemaskan, ternyata berlidah tajam seperti ini?

Kong Hou tidak menyadari ekspresi wajah para shixiong dan shijie, setelah ia masuk sekte Yunhua, ia memahami apa arti persahabatan antar saudara seperguruan. Begitu ia mendengar orang luar mempermalukan saudara seperguruannya, ia menjadi sangat marah. Kala itu di istana, dia yang masih kecil dan tak berdaya sekalipun masih memiliki cara untuk membuat kesal para pelayan istana yang mengganggunya hingga mereka tidak mampu berkata apa-apa. Apalagi dia yang sekarang, yang sudah bukan lagi seorang keturunan dari dinasti sebelumnya yang tidak berdaya seperti saat itu.

“Bocah ingusan juga berani berbicara di hadapanku.” Sepertinya orang yang berada di dalam kursi pelangkin lembut itu sudah terbiasa merajalela, saat ia mendengar perkataan Kong Hou, ia begitu marah sehingga ia memukul bantal dudukannya. Ia lambaikan tangannya dan tirai kursi pelangkin itu robek, kemudian ia terbang keluar dengan begitu cepat hingga Kong Hou tidak mampu melihat jelas.

Namun pemikirannya sudah mendarah daging untuk kabur jika tidak bisa menang. Saat lawannya marah dan memukul bantalan dudukannya, ia justru dengan sangat pintarnya menghindar ke samping, sembari melempar ajimat petir untuk mematahkan serangan lawan.

“Siapa yang berani ribut di hadapanku.” Leluhur level Yuan Ying ini terlihat sangat tua renta, kerutan di mukanya seperti kulit pohon tua yang sudah mengering diterpa angin. Banyak orang yang setelah menua, berubah menjadi semakin tenang dan penuh pengertian. Jelas si level Yuan Ying ini bukan termasuk golongan ini, wajahnya bengis, fitur mukanya mengerut kaku, dari sisi manapun tidak terlihat seperti seseorang yang berpikiran terbuka.

“Saya kira Leluhur hebat yang mana, ternyata hanya sampah tak berguna yang bergantung mengandalkan pil-pil mujarab.” Ling Hui melirik beberapa kali ke arah si kultivator level Yuan Ying itu, “Sudah kubilang Leluhur Yuan Ying terkenal dari sekte-sekte lain semuanya baik hati dan pengertian, mana mungkin melakukan hal yang tak layak seperti ini, ternyata memang seseorang yang bahkan kondisi pikirannya pun tidak memadai……” Ia tegakkan jempolnya, dan mengeluarkan senjata sukmanya.

Ling Hui bukan seorang kultivator yang berlatih ilmu pedang, ia mengikuti jejak Ketua Puncak Qing Yuan untuk berlatih ilmu obat-obatan, senjata sukmanya berupa sebuah kipas. Meskipun kipas ini biasanya digunakan untuk mengibas api di perapian untuk memasak obat, namun di saat-saat tertentu kipas yang digunakan untuk mengibas api juga memiliki manfaat yang besar.

Murid-murid langsung yang lain satu per satu juga mengeluarkan senjata sukma mereka, walaupun sekte Yunhua tidak memiliki ilmu kultivasi pedang yang menonjol, semua muridnya melatih rohani dan senjata sukmanya secara bersamaan. Senjata-senjata merekapun luar biasa anehnya, ada kipas untuk mengibas api, ada tongkat giok, bahkan ada juga yang berupa gagang sapu, gada berduri dan sebagainya.

Meskipun level mereka tidak sebanding dengan Leluhur level Yuan Ying ini, tapi sebagai murid-murid langsung yang juga diberikan senjata ampuh oleh para tetua mereka, bukan merupakan suatu masalah bagi mereka untuk melawan seorang Leluhur Yuan Ying hasil dari mengandalkan obat-obatan yang sedang berbuat keji.

Si Leluhur Yuan Ying ini juga tidak menduga para kultivator ini akan benar-benar melawannya, ia memincingkan matanya dan memandang ke arah sekelompok muda mudi ini: “Kultivator di kota Yong Cheng benar-benar berbeda dengan kultivator di tempat-tempat lain, yang ternyata siap bersama-sama menyerang satu orang.”

Kong Hou melihat para pengawal yang berada di belakang si kultivator level Yuan Ying, apakah para pengawal ini tidak termasuk sebagai orang?

“Kalau bisa bersama-sama menyerang satu orang tetapi malah masih ingin menyerang sendirian, itu baru tidak waras pikirannya.” Kong Hou menggerutu pelan. Dia belum memiliki senjata sukma, ia hanya bisa mengeluarkan pedang terbang yang diberikan oleh shibo Kepala Sekte dan ia genggam pedang itu dalam tangannya. Kemudian ia berseru keras, “Shijie, shixiong, dan juga Leluhur level Yuan Ying, semuanya jangan gegabah, kalau ada yang mau dibahas, bicarakanlah baik-baik, buat apa kita harus berkelahi?”

“Takut ya?” Kultivator level Yuan Ying itu melihat bocah ingusan yang barusan pandai berbicara, kini dengan sangat cepat berubah ramah. Ia langsung merasa martabatnya yang tadi hilang kini telah kembali lagi, “Kamu lebih cantik ketimbang shijie mu, kalau kamu rela bersama denganku, kamu bebas memilih senjata dan pil mujarab sesuai keinginanmu.”

Kong Hou melihat ke arah si kultivator level Yuan Ying yang tidak sadar kalau ia buruk rupa ini, buku-buku cerita memang tidak berbohong, ternyata di dunia ini memang benar ada orang yang jahat, yang tak tahu malu, tidak masuk akal dan berwajah jelek model ini; intinya, semua hal-hal yang jelek dikemas ke dalam satu orang. Lalu ia pikir-pikir dengan seksama, tidak mudah bagi seseorang untuk bisa memenuhi semua kategori ini.

“Leluhur kuat dan perkasa, saya hanyalah seorang gadis kecil yang lemah (45), mana mungkin pantas menjadi selir Leluhur.” Kong Hou melengkungkan matanya dan tersenyum, “Sebaiknya Leluhur……”

45. 蒲柳之姿 Púliǔ zhī zī artinya berpostur seperti pohon Willow. Maksudnya adalah sebagai perkataan sopan untuk menyatakan diri sebagai seorang yang lemah.

Ia menyebar ajimat petir dari dalam kantongnya, ia lempar ke kepala dan wajah si kultivator level Yuan Ying itu. Kultivator level Yuan Ying tidak menduga anak perempuan ini tahu-tahu berubah agresif. Meskipun ajimat-ajimat petir ini tidak mampu untuk melukainya, namun menyebabkan dia kehilangan muka besar-besaran.

Kalau tadi ia tidak sedang mendengarkan bualan menyanjung dari si perempuan jalang, sejak awal sudah dia tampar mati bajingan-bajingan kecil ini.

Saat Kong Hou mendadak mengalah tadi, para warga kota Yong Cheng mengira sekte Yunhua merasa takut, siapa sangka dalam sekejap si gadis kecil yang penuh senyum ini meledakkan wajah kultivator level Yuan Ying itu hingga gosong. Perubahan yang tiba-tiba ini membuat satu per satu para warga yang menonton untuk bersorak sorai.

Seorang tamu di lantai atas restoran bertepuk tangan dengan begitu serunya hingga hampir jatuh ke bawah, untung teman-temannya langsung menarik dia.

Si kultivator level Yuan Ying begitu murka hingga kehilangan akal sehatnya, dia tak lagi mempedulikan bahwa Kong Hou terlihat manis dan menggemaskan, ia mengayunkan tangannya untuk memukul mati Kong Hou. Para shixiongdan shijie melihat situasi ini, dan mereka semua melemparkan senjata sukma mereka untuk menghadang serangan ini.

“Siapa yang mengganggu muridku?!”Tiba-tiba terdengar seruan keras di langit, menggema seperti guntur, penuh tekanan.

Si kultivator level Yuan Ying tidak sempat menoleh sebelum ia dihantam dengan keras hingga jatuh ke tanah, gelap. Adapun beberapa orang pengawalnya dalam sekejap semuanya bertebaran terkapar di tanah, bahkan untuk memohon ampun pun mereka tidak mampu, mereka hanya bisa berguling-guling mengerang kesakitan.

“Guru, Guru telah datang?!” Kong Hou melihat orang yang datang dan ia tersenyum cerah. Orang yang datang adalah Wang Tong yang telah meneriman ajimat transmisi pesan dari Kong Hou. Sebenarnya ia sedang berkeluyuran di Aula Lima Elemen, memikirkan cara untuk mendapatkan gajinya sebanyak 50 tahun ke depan. Namun setelah mendengar muridnya diganggu orang, dia sudah tidak menginginkan gajinya lagi dan segera bergegas turun ke kaki gunung.

Dari kejauhan ia melihat si biadab tua ini ingin menyerang muridnya, mana mungkin dia bisa tahan melihatnya, maka ia hantam dengan sekali pukulan, si Leluhur level Yuan Ying yang agung ini langsung terlempar ke tanah.

“Ketua Puncak.” Para murid langsung yang lain melihat Wang Tong telah datang dan mereka menghela napas lega, mereka langsung menyimpan senjata mereka dan memberikan hormat kepada Wang Tong. Dalam hati mereka merasa aneh, bukankah Ketua Puncak Qiyue dikatakan sangat miskin? Lalu bagaimana shimei kecil  Kong Hou masih bisa menggunakan ajimat transmisi pesan yang harganya mahal?

Wang Tong melambaikan tangannya kepada mereka dengan santai sebagai isyarat kepada mereka agar tidak terlalu formal, lalu ia segera bergerak ke arah Kong Hou: “Murid yang baik, apakah kau terluka?”

“Guru tidak perlu khawatir, aku tidak terluka, tetapi Leluhur level Yuan Ying ini melecehkan aku dan shijie, ia berkata ingin menjadikan kami sebagai selir-selirnya.” Kong Hou, yang sudah 4 tahun menjadi murid langsung terakhir bagi Puncak Qiyue, telah dibiasakan memiliki rutinitas untuk selalu mengadu kepada Guru tiap kali ia mengalami masalah.

“Apa?!” Wang Tong maju dan menjambak rambut si kultivator level Yuan Ying tadi dan melihat wajahnya yang buruk rupa. Segera ia melepas jambakannya dan langsung menyeka tangan di jubahnya, seolah-olah ia baru saja menyentuh suatu benda yang menjijikan.

“Makhluk sejelek ini ingin menjadikan murid langsung dari sekte Yunhua kami sebagai selir?!” Wang Tong menggunakan ujung kakinya untuk menendang-nendang pinggang si kultivator level Yuan Ying, “Berani-beraninya menghina murid langsung sekte Yunhua, dari sekte mana kamu?”

“Perempuan jalang, diam-diam memanggil bala bantuan karena kamu tidak bisa menang.” Kultivator level Yuan Ying meludah darah dari mulutnya, dan dengan bengis memelototi Kong Hou.

“Kalau tidak bisa menang jelas harus memanggil bala bantuan.” Kong Hou berkata penuh percaya diri, “Masa iya diam saja menunggu kamu pukul, itu baru namanya bodoh.”

“Pukul, pukul, pukul, pukul dia sampai ibu kandungnya sendiri tidak bisa mengenalinya lagi!” Warga kota Yong Cheng yang tadi masih bersembunyi di pojokan untuk menonton keramaian, saat ini sudah berdiri, bermunculan keluar, rapat mengelilingi si kultivator level Yuan Ying, mirip seperti sedang melihat gorila dalam kandang, entah mereka bersembunyi dimana tadi.

“Aiyo, laki-laki jompo pembuat onar setua dan sejelek ini, masih berani menjadikan dua orang gadis kecil menjadi selirnya?” seorang nenek-nenek datang mendekat untuk melihat, kemudian ia menggeleng-gelengkan kepalanya, “Tidak bisa mengandalkan wajah yang buruk rupa, lantas menjadi tidak tahu malu. Apakah saat kamu lahir, kamu juga lupa mengambil muka?”

“Padahal seorang Leluhur level Yuan Ying, tapi bahkan tidak bisa menahan satu tamparan dari kultivator sekte Yunhua kami.” Seorang wanita lain memutar-mutar pinggangnya yang padat dan kokoh, ia lalu tertawa, “Kultivator ini lebih tampan darimu, dan juga lebih muda.”

Wang Tong yang sedang dipuji-puji menempatkan kedua tangan di belakangnya, wajahnya tidak terlihat marah tetapi juga tidak tersenyum, cerminan seorang master.

“Sekte Yunhua, kalian sungguh keterlaluan, apakah kalian tahu siapa saya, saya adalah adik dari Kepala Sekte Yu Xiao….”

“Sekte Yu Xiao?” Air muka Wang Tong berubah, ia menunduk melihat ke arah si kultivator level Yuan Ying, “Kamu benar-benar kerabat dari Ketua Sekte Yu Xiao?”

“Kenapa? Takut?” Si kultivator level Yuan Ying melihat perubahan wajah Wang Tong, dan mukanya terlihat sombong. Sekte Yunhua memang tidak kompeten, hanya mengungkit nama sekte Yu Xiao saja mereka sudah takut.

Memang kenapa kalau ilmu kultivasinya lebih tinggi dari dia, toh masih takut juga dengan sekte Liuguang yang berada di belakang sekte Yu Xiao?

Wang Tong mengerutkan keningnya dan berpikir sejenak, kemudian ia menoleh ke arah Kong Hou: “Murid baik, berapa banyak peraturan kota Yong Cheng yang telah dilanggar orang ini?”

“Menindas rakyat, melecehkan anak perempuan dari keluarga terhormat, menganiaya orang yang lebih lemah, menjelek-jelekkan sekte Yunhua.” Kong Hou berkata dengan wajah serius, “Dia juga menendang dua kios dagangan milik warga.” Dia melirik ke beberapa lembar daun sayur di tanah yang telah membusuk, “Semua benda ini adalah bahan obat-obatan yang langka ditemui dalam ribuan tahun, sangat berharga, kalau rusak maka hilang nilainya.”

Kultivator level Yuan Ying: ?

Mana anak perempuan dari keluarga terhormat? Mana bahan obat-obatan yang berharga?!

Perempuan jalang, benar-benar tak tahu malu!

“Keterlaluan!” Wang Tong berwajah dingin lalu ia menyatukan kedua tangannya (TN: memberi hormat) kepada warga kota Yong Cheng yang sedang menyaksikan kejadian ini, “Mohon warga sekalian memberi jalan, agar murid dari sekte kami bisa membawa kultivator ini masuk penjara, sampai Ketua Sekte Yu Xiao datang secara pribadi dan memberikan penjelasan kepada kami. Harap semuanya tenang, sekte kami akan memberitahukan permasalahan ini kepada berbagai sekte besar, dan menjelaskan alasannya. Kita harus memberi tahu Sekte Yu Xiao bahwa sekte Yunhua dan warga kota Yong Cheng tidak bisa ditindas!”

 

The Dewi
The Dewi
"I am so clever that sometimes I don't understand a single word I'm saying"

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

error: Content is protected !!